
bolakampoeng.com Hasil Pertandingan Argentina vs Mauritania Tim nasional Argentina terus menunjukkan bahwa masa depan mereka berada di tangan yang tepat. Dalam laga persahabatan internasional yang berlangsung meriah di Stadion Monumental, Sabtu (28/3/2026), Albiceleste berhasil mengalahkan tantangan dari tim Afrika, Mauritania, dengan skor akhir 2-1.
Meskipun skor terlihat tipis, jalannya pertandingan menunjukkan dominasi total tuan rumah, terutama di babak pertama. Gol dari Enzo Fernandez dan bintang muda yang sedang naik daun, Nicolas Paz, menjadi pembeda. Namun, Mauritania memberikan perlawanan yang patut diacungi jempol dengan mencetak gol konsolasi di masa injury time melalui Lefort.
Babak Pertama: Kendali Penuh Lini Tengah Argentina
Lionel Scaloni menggunakan laga ini sebagai ajang eksperimen taktik. Tanpa beberapa pemain senior yang diistirahatkan, Argentina tampil dengan wajah-wajah muda yang lapar akan pembuktian. Di lini tengah, duet Enzo Fernandez dan Nicolas Paz menjadi motor serangan yang sangat dinamis.
Menit ke-17: Sentuhan Dingin Enzo Fernandez
Gol pembuka lahir cukup cepat. Berawal dari skema serangan balik yang rapi, bola dialirkan ke sisi sayap oleh Julian Alvarez. Sebuah umpan silang mendatar berhasil dikontrol dengan sempurna oleh Enzo Fernandez. Dengan satu gerak tipu yang mengecoh bek lawan, ia melepaskan tembakan melengkung ke pojok gawang Mauritania. 1-0 untuk Argentina.
Menit ke-32: Magis Nicolas Paz
Publik Monumental benar-benar dibuat terkesima pada menit ke-32. Nicolas Paz, talenta muda yang kini semakin matang di kancah Eropa, menunjukkan visi bermain luar biasa. Menerima sodoran bola pendek di tepi kotak penalti, Paz melakukan dribel pendek melewati dua pemain bertahan sebelum melepaskan tembakan keras kaki kiri yang tak mampu dihalau kiper lawan.
Gol ini seolah menjadi penegasan bahwa Paz siap menjadi suksesor kreatif di lini tengah Argentina. Keberaniannya memegang bola dan akurasi tembakannya menjadi ancaman konstan sepanjang laga.
Analisis Taktik: Scaloni-Ball dan Adaptasi Mauritania

Di bolakampoeng.com, kami selalu memberikan sudut pandang taktis yang berbeda. Mengapa Argentina bisa dominan namun hanya menang 2-1?
- High-Pressing Lini Tengah: Argentina menempatkan garis pertahanan yang sangat tinggi. Saat kehilangan bola, Enzo dan Paz langsung menutup ruang gerak pemain Mauritania. Hal ini memaksa tim lawan lebih banyak melakukan umpan panjang yang mudah dipatahkan John Stones versi Argentina, Cristian Romero.
- Transisi Mauritania yang Solid: Pelatih Mauritania patut dipuji. Setelah kebobolan dua gol, mereka tidak panik. Mereka merapatkan barisan pertahanan dan beralih ke formasi 5-4-1 yang sangat disiplin. Hal ini membuat Argentina kesulitan menambah pundi-pundi gol di babak kedua.
- Ujian Konsentrasi: Gol telat Mauritania di menit ke-90+4 membuktikan bahwa lini belakang Argentina seringkali kehilangan fokus saat merasa pertandingan sudah berakhir. Ini adalah PR besar bagi Scaloni menjelang turnamen resmi.
Babak Kedua: Pertahanan Rapat dan Kejutan Menit Akhir
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan sedikit menurun. Argentina melakukan banyak pergantian pemain, termasuk memasukkan beberapa debutan dari liga lokal. Dominasi penguasaan bola masih milik tuan rumah (65%), namun kreativitas di sepertiga akhir lapangan mulai berkurang.
Mauritania, yang mengandalkan fisik dan kecepatan serangan balik, mulai berani keluar menyerang di sepuluh menit terakhir. Puncaknya terjadi di masa tambahan waktu.
Menit ke-90+4: Gol Kejutan Lefort
Berawal dari kesalahan komunikasi di lini tengah Argentina yang kehilangan bola, Mauritania melancarkan serangan kilat. Lefort menerima umpan terobosan dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper cadangan Argentina. Dengan ketenangan luar biasa, ia menceploskan bola untuk mengubah skor menjadi 2-1. Meskipun gol ini tidak mengubah hasil akhir, ini menjadi pelajaran berharga bagi pertahanan Albiceleste.
Sosok Nicolas Paz: Pewaris Estafet Kreativitas

Bagi pembaca setia bolakampoeng.com, nama Nicolas Paz tentu bukan hal asing. Pemain yang memiliki visi bermain seperti gaya klasik “Nomor 10” Argentina ini menunjukkan kedewasaan luar biasa. Sepanjang laga, ia mencatatkan:
- Akurasi Umpan: 92%
- Tembakan Akurat: 3
- Dribel Sukses: 5/6
- Intersepsi: 2
Kombinasi antara kekuatan fisik dan teknik individu menjadikannya aset paling berharga bagi Argentina saat ini. Jika ia terus konsisten, bukan tidak mungkin ia akan menjadi pilar utama di Piala Dunia 2026 mendatang.
Statistik Pertandingan Argentina vs Mauritania
| Parameter | Argentina | Mauritania |
| Skor Akhir | 2 | 1 |
| Pencetak Gol | Fernandez (17′), Paz (32′) | Lefort (90+4′) |
| Penguasaan Bola | 65% | 35% |
| Total Tembakan | 14 | 4 |
| Tembakan Akurat | 7 | 2 |
| Pelanggaran | 8 | 15 |
| Sudut (Corner) | 10 | 1 |
Kesimpulan: Bekal Berharga Menuju Agenda Internasional
Kemenangan 2-1 atas Mauritania ini adalah bukti bahwa Argentina memiliki kedalaman skuad yang menakutkan. Meskipun bermain tanpa kekuatan penuh, identitas permainan mereka tetap terjaga. Bagi Mauritania, hasil ini adalah sebuah kemenangan moral. Bisa mencetak gol di kandang juara dunia bukanlah hal yang mudah dilakukan.
Bagi Lionel Scaloni, laga ini memberikan jawaban atas potensi pemain muda seperti Nicolas Paz, namun juga memberikan peringatan bahwa disiplin pertahanan di menit-menit akhir tidak boleh ditawar.
